Home Tips dan Triks 7 Pertanyaan Sulit Saat Wawancara Kerja dan Cara Menjawabnya

7 Pertanyaan Sulit Saat Wawancara Kerja dan Cara Menjawabnya

0
2
33,581
pertanyaan sulit saat wawancara
Sering Mendapatkan Pertanyaan Sulit Saat Wawancara?

Wawancara kerja atau job interview merupakan satu proses yang pasti ada pada setiap perekrutan pegawai. Selain bertujuan untuk mengukur apakah si pelamar memenuhi kualifikasi atau tidak, lewat wawancara kerja, perusahaan juga bisa mengenali potensi calon karyawannya secara lebih detail.

Sayangnya, banyak orang yang masih menganggap proses wawancara kerja sebagai momok, terlebih bagi pelamar yang belum cukup berpengalaman, salah satu alasannya adalah pertanyaan tak masuk akal dan menjebak yang ditanyakan HRD.

Biar tidak jadi momok berlarut-larut, berikut ada bocoran tentang daftar pertanyaan killer yang paling sering muncul saat wawancara kerja dan cara menjawabnya.

1. Bagaimana Anda Melihat Diri Sendiri 5 Tahun yang Akan Datang?

Siapa pun pasti akan bingung jika disodori pertanyaan semacam ini. Wajar, bagaimana bisa memprediksi apa yang akan terjadi dalam 5 tahun ke depan, kalau ditanya “besok mau makan apa?” saja masih bingung. Sayangnya, ini adalah jenis pertanyaan yang pasti ada saat wawancara kerja.

Bagaimana cara menjawabnya? Katakan saja keinginan dan rencana konkret Anda 5 tahun ke depan, misalnya: “Saya ingin bekerja sebaik-baiknya dan membangun jenjang karier cemerlang di perusahaan ini.” Terlihat meyakinkan dan tidak muluk-muluk, kan?

2. Alasan Anda Resign dari Kantor Lama?

Pertanyaan kedua ini kontennya sebelas dua belas dengan “Apa yang tidak Anda sukai dari pekerjaan yang dulu?”. Memang terdengar sangat mudah dijawab karena Anda tinggal menyebutkan alasan-alasan kenapa sampai memutuskan berhenti dari perusahaan terdahulu, misalnya: gaji kurang besar, atasan galak, tekanan kerja tak masuk akal, dan sebagainya.

Tapi, bukan itu yang HRD ingin dengar dari mulut Anda. Saat disodori pertanyaan ini, Anda diperbolehkan untuk sedikit berstrategi, misalnya dengan menjawab, “Saya kurang begitu mendapat tantangan di pekerjaan yang dulu.”

3. Kenapa Anda Pantas Bekerja di Perusahaan Ini?

Pertanyaan ketiga ini cukup tricky, sebab kita memang tidak tinggal di lingkungan yang biasa mengapresiasi dan mengagungkan prestasi. Jadi ketika diminta menyebutkan alasan-alasan apa yang membuat kita pantas bekerja di satu perusahaan, kita sendiri akan bingung menjawabnya.

Agar tidak terjebak dan dianggap over percaya diri, ada baiknya Anda melihat-lihat kembali resume dan CV. Dari situ Anda bisa menyebutkan kemampuan-kemampuan apa saja yang Anda miliki sebagai bekal untuk bekerja di perusahaan tersebut.

4. Berapa Gaji yang Anda Inginkan?

“Berapa gaji yang Anda inginkan?” adalah salah satu pertanyaan paling menentukan apakah seseorang diterima kerja atau tidak. Pelamar umumnya bisa lancar menjawab pertanyaan lain, tapi gagal saat menjawab pertanyaan ini.

Tips: Meskipun menanyakan besar gaji, perusahaan sebetulnya tak benar-benar ingin mendengar Anda menyebut nominal. Lebih baik, tanyalah dulu kisaran gaji yang ditetapkan perusahaan untuk posisi yang Anda lamar. Dari situ, Anda bisa membuat estimasi berapa gaji yang pantas.

Tentunya, Anda juga harus menyesuaikan besaran gaji yang diminta dengan kemampuan dan kapasitas kerja yang Anda miliki.

5. Apa Kelemahan Terbesar Anda?

Setiap orang pasti punya kelemahan dan kekurangan. Nah, saat wawancara kerja, pertanyaan tentang “kelemahan yang dimiliki” pun pasti akan Anda dengar. Bagaimana cara terbaik untuk menanggapinya?

Jangan pernah berbohong dengan mengatakan bahwa Anda tidak punya kelemahan sama sekali, sebab hal itu mustahil. Sebutkan saja salah satu, tidak masalah, misalnya: saya termasuk orang yang sulit bekerja di bawah tekanan.

Selain menyebutkan kelemahan, Anda juga wajib menyertakan solusi atau cara yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya. Contoh: mencicil pekerjaan agar tidak menumpuk di ujung deadline.

6. Posisi yang Dilamar Tidak Sesuai dengan Background Studi, Anda Yakin?

Sarjana pendidikan tak mesti bekerja sebagai pengajar di sekolah, begitu juga insinyur tidak selalu bekerja di bidang teknik. Jika Anda adalah termasuk salah satu dari mereka, maka pertanyaan soal “latar belakang studi yang tidak sinkron dengan posisi pekerjaan yang dilamar” pasti akan Anda dapati.

Jika disodori pertanyaan semacam ini, tetap tenang dan jangan panik. Bersikaplah seolah-olah Anda punya kualitas yang sama dengan pelamar lain yang punya backgorund studi sejalur dengan posisi pekerjaan.

7. Keinginan Terbesar dalam Hidup?

Pertanyaan terakhir ini memang terdengar gampang, tapi juga sulit dijawab. Saat wawancara kerja, HRD umumnya akan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan semacam ini.

Cara menjawabnya? Sebutkan saja hal-hal konkret apa yang Anda inginkan. Ingat, harus konkret, sebab perekrut tidak menghendaki Anda memberikan jawaban semacam “hidup bahagia di dunia dan akhirat”.

Itu dia 7 pertanyaan sulit saat wawancara kerja dan cara menjawabnya. Anda perlu berhati-hati lagi dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas yang cukup menjebak. Buat teman-teman job seeker yang sedang mencari informasi seputar dunia kerja, kunjungi saja laman Jobs Indonesia. Semoga berguna, ya, dan selamat menghadapi wawancara kerja!

Lihat Artikel Terkait
Load More By JobsIndonesia
Load More In Tips dan Triks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lihat Juga

5 Hal Tentang Perusahaan Kerap Kali Menjadi Pertanyaan Saat Interview

Sebelum diterima menjadi karyawan di sebuah perusahaan, seorang pelamar kerja biasanya mel…