Home Wawancara Kerja 5 Cara Jabat Tangan Yang Salah Saat Wawancara Kerja

5 Cara Jabat Tangan Yang Salah Saat Wawancara Kerja

0
0
3,735
jabat tangan saat wawancara
Hindari Cara Jabat Tangan Saat Wawancara Kerja yang Salah

Saat wawancara, perekrut tidak hanya melihat Anda dari kemampuan, CV, portofolio, atau hal-hal yang menunjukkan kehebatan. Mereka juga melihat cara berbicara, melihat kemampuan pemecahan masalah, kepribadian, dan hal-hal kecil seperti cara menatap hingga cara berjabat tangan yang baik dan benar.

Agar Anda tidak ditolak oleh perusahaan hanya karena masalah jabatan tangan. Simak beberapa cara bersalaman yang salah sehingga Anda bisa menghindarinya. Tidak enak kan kalau punya kemampuan unggul, tapi ditolak mentah-mentah hanya karena masalah jabat tangan yang sangat sederhana?

1. Tangan Tidak Bersih

Sebelum berjabat tangan dengan pewawancara, pastikan terlebih dahulu tangan bersih di seluruh permukaannya. Jangan ada kotoran sedikit pun atau pun bau yang tidak sedap sehingga mengganggu pewawancara. Sebelum melakukan wawancara cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun agar wangi dan semua kotorannya hilang.

Kalau Anda tidak memiliki kesempatan untuk mencuci tangan, selalu bawa tisu basah di dalam tas. Gunakan tisu itu untuk membersihkan seluruh permukaan tangan. Kiri dan kanan harus sama-sama bersih. Setelah dibersihkan dengan tisu, Anda bisa menyemprotkan hand sanitizer untuk sedikit memberikan aroma wangi.

Selama ini banyak pelamar kerja tidak memperhatikan sanitasi tangannya. Yang mereka pikirkan hanyalah pakaian yang digunakan harus bersih dan penampilannya cemerlang. Padahal, hanya karena tangan saja semua usaha yang dilakukan bisa gagal total bahkan sebelum wawancara dimulai.

Baca juga: Cara Mendapatkan Pekerjaan Impian

2. Tidak Memahami Dasar Bersalaman

Bagi beberapa orang, berjabat tangan atau salaman hanyalah saling memegang tangan dan selesai. Padahal, berjabat tangan merupakan awal dari banyak hal. Dalam berbisnis, aktivitas ini kerap dijadikan awal kesepakatan. Bahkan, bagi kepala negara, berjabat tangan bisa diartikan sebagai persetujuan atau penentangan terhadap sebuah kebijakan yang diambil.

Sebelum berjabat tangan, pahami dahulu dasarnya dengan benar. Berjabat tangan buka sekadar aktivitas untuk memulai formalitas. Jauh lebih dalam, berjabat tangan adalah aktivitas yang menunjukkan banyak makna sehingga Anda harus paham bagaimana cara menekan tangan, berapa lama saat menggenggam, dan posisi mana yang benar.

Jabat tangan yang benar harus erat agar tidak memberi kesan tidak serius. Genggam tangan pewawancara secara menyeluruh, permukaan tangan bertemu dengan permukaan tangan. Lama genggaman sekitar 2-3 detik dengan 1-2 tekanan standar sebagai ungkapan keseriusan Anda pada wawancara yang akan dilakukan.

3. Membeda-bedakan Gender Pewawancara

Saat melakukan sesi wawancara, jangan melihat perekrut sebagai pria atau wanita. Lihat mereka sebagai seorang profesional yang siap mengorek segala hal dari Anda untuk bahan pertimbangan. Hadapi para perekrut ini dengan baik dan dimulai dari cara Anda melakukan jabatan tangan sebelum sesi wawancara dilaksanakan.

Kalau Anda pria dan berhadapan dengan pewawancara wanita, jangan lakukan jabat tangan dengan lembut. Melakukan ini hanya akan membuat perekrut merasa tidak dihargai hanya karena berlainan gender. Untuk menghindari hal ini, lakukan salaman seperti layaknya bersalaman dengan pria. Genggam erat telapak tangan pewawancara selama 3 detik beri tekanan halus.

Selama ini para pelamar kerja selalu melakukan kesalahan saat melakukan jabat tangan. Bagi mereka, melakukan jabat tangan lembut dengan orang yang berlainan jenis adalah tanda untuk menghormati. Padahal, apa yang dilakukan kerap dianggap tidak sopan atau tidak serius dengan wawancara yang akan dilakukan.

4. Melakukan Jabat Tangan “Buruk”

Salah satu kesalahan yang kerap dialami oleh para pelamar kerja adalah melakukan faux pas atau malu saat melakukan interaksi. Rasa malu ini akan membuat mereka kerap melakukan kesalahan fatal seperti melakukan jabat tangan yang buruk. Salaman yang kerap mengantarkan pelamar ke penolakan adalah yang lemas seperti  tidak memiliki tenaga.

Saat gugup atau malu, beberapa orang mengalami tremor pada tangannya. Pewawancara akan tahu apakah pelamar ini sedang dalam kondisi terbaik atau tidak. Agar jabat tangan buruk tidak terjadi dan membuat semua persiapan jadi gagal, buat diri jadi tenang. Lakukan sesi relaksasi sebelum wawancara atau saat mengantre. Kalau Anda sudah tenang, jabat tangan yang baik bisa dilakukan dengan benar.

5. Tidak Mengajukan Tangan Terlebih Dahulu

Beberapa pelamar ada yang terlalu banyak berpikir atau takut lupa tentang aturan berjabat tangan. Walhasil, saat pewawancara memberikan tangannya untuk berjabat, pelamar kerap meresponsnya dengan lambat. Keadaan ini akan membuat pewawancara tahu kalau Anda tidak siap melakukan wawancara.

Saat masuk ke dalam ruangan wawancara, tawarkan tangan Anda terlebih dahulu untuk menunjukkan kesopanan. Kalau perekrut sudah mengajukan tangan terlebih dahulu, Anda harus meresponsnya dengan cepat dan menerapkan teknik yang tepat. Genggam tangan pewawancara selama 3 detik dengan memberikan tekanan lembut. Setelah melakukan ini tunggu perintah dari mereka selanjutnya, misal menyuruh Anda duduk dan memulai wawancara.

Inilah beberapa cara bersalaman yang salah dan wajib dihindari ketika melakukan wawancara. Semoga artikel terkait dunia kerja dari Jobs Indonesia di atas bisa membantu Anda ketika melakukan wawancara kerja.

Lihat Artikel Terkait
Load More By JobsIndonesia
Load More In Wawancara Kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lihat Juga

Ini 6 Keterampilan Wawancara Agar Langsung Dipekerjakan

Bekerja di sebuah instansi, baik pemerintahan maupun swasta, masih menjadi impian bagi ban…